Monday, March 21, 2016

Wow, Dua Gadis Cantik Ini Dulunya Lelaki

Tipsiana.com - Para transgender mengalami ketidakcocokan antara identitas gender mereka dengan jenis kelamin saat mereka dilahirkan. Kebanyakan para transgender percaya bahwa mereka dilahirkan dalam tubuh yang salah, sehingga mereka berharap dapat menjadi mereka yang 'seharusnya'.

Jika Anda menjumpai seorang wanita cantik disebelah Anda, bisa jadi ia merupakan seorang transgender. Karena memang beberapa transgender bisa berubah menjadi seorang wanita yang nyaris sempurna dan bisa membuat wanita lain iri dengan kecantikannya. Kalau Anda tidak percaya, lihatlah dua wanita cantik ini dan Anda akan sulit percaya kalau dulunya mereka adalah seorang pria.



Treechada Petcharat (Poyd), umur 29 tahun berasal dari Thailand. Ia terlahir sebagai lelaki dengan nama Sakranin Marnyaporn. Hari ini, ia aktif menjalani profesi sebagai model dan menjadi bagian dari banyak kegiatan kecantikan dan fashion. Bahkan faktanya, ia telah tampil di beberapa iklan TV komersial.





Piyada Inthabong atau Lingling Inthavong, umur 23 tahun, merupakan warga pindahan dari Laos ke Vietnam. Sama seperti Treechada, sebagai seorang yang dulunya pria, ia memiliki kecantikan yang sangat unik yang didambakan banyak wanita. Tidak hanya memiliki wajah cantik, ia juga memiliki tubuh yang proporsional sebagai wanita. Ia kini mengikuti musim kedua sebuah acara TV 'The Casting Project' di Thailand.




Sepertinya tetap saja sulit dipercaya kalau mereka punya sejarah sebagai lelaki. Oke, inilah foto perbandingan Treechada Petcharat (Poyd) waktu kecil dan dewasa. Bagaimana menurut Anda?


Sumber :
http://www.viral4real.com
http://vietbao.vn/The-gioi-tre/Qua-trinh-bien-doi-cua-co-nang-chuyen-gioi-dep-nhat-hien-nay/120481193/275/

Baca juga: Bocah 9 tahun ini Dijuluki Sebagai Wanita Tercantik di Dunia

Nasihat Agar Jadi Kaya Dari Miliarder Dunia

Tipsiana.com - Warren Buffet selalu berada di 5 besar orang terkaya di dunia. Harta kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 50 milyar dollar AS, dan dalam wasiatnya, 99% hartanya akan disumbangkan untuk amal begitu ia meninggal dunia.

Pria yang membangun imperium kekayaannya dari dasar ini sering memberi nasehat pada para pemimpin utama dunia. Dalam nasehatnya kali ini, ia membeberkan apa sebenarnya rahasia agar bisa menjadi orang kaya. Mari kita merenungkan beberapa kalimat bijaknya.


Tentang Reputasi

Butuh 20 tahun untuk membangun sebuah reputasi, namun hanya butuh 5 menit untuk menghancurkannya. Jika Anda selalu mengingat hal tersebut, Anda akan melakukan segala sesuatu dengan pandangan berbeda.

Peraturan paling dasar yang selalu ia patuhi

Aturan No.1 : Jangan pernah kehilangan uang. Aturan No.2: Jangan pernah lupa aturan No.1

Tentang sumber penghasilan

Jangan pernah bergantung pada satu sumber penghasilan saja. Buat investasi untuk menciptakan sumber penghasilan tambahan.

Saat membelanjakan uang

Jika Anda membeli sesuatu yang tidak kamu butuhkan, tak lama lagi Anda akan segera menjual barang-barang yang Anda butuhkan.

Menabung

Jangan menabung uang sisa belanja Anda, tapi belanjakanlah uang sisa setelah Anda menanbung.

Saat mengambil resiko

Jangan pernah mengukur dalamnya sungai dengan kedua kaki.

Tentang kejujuran

Sebuah kejujuran itu adalah hal yang sangat mahal, jangan mengharapkan kejujuran dari orang murahan.


Tentang warisan

Seorang pria kaya harus membuat anaknya cukup mampu untuk bisa melakukan apapun.

Saat memiliki ide

Kamu akan melakukan sesuatu ketika kesempatan datang. Dalam hidupku aku memiliki periode saat begitu banyak ide bermunculan dan ada juga periode panjang tanpa ide sama sekali. Jika aku mendapatkan sebuah ide minggu depan, aku akan langsung merealisasikannya. Jika tak ada ide, aku diam saja.

Tentang Investasi untuk masa depan

Seseorang duduk dibawah teduhnya bayangan pohon saat ini karena ia telah menanam pohon tersebut sejak dahulu kala.

Tentang kebiasaan

Rantai kebiasaan itu terlalu ringan untuk dirasakan sampai ia akan menjadi terlalu berat untuk dilanggar.

Yakin akan menjadi orang kaya

Aku selalu tahu aku akan menjadi orang kaya.  Aku tidak pernah meragukannya barang semenit pun.

Belajar dari orang yang lebih baik

Sangat baik untuk berkumpul dengan orang-orang yang lebih baik darimu. Pilihlah rekan yang perilakunya lebih baik dari Anda dan Anda akan segera bergerak ke arah itu.

Tentang harga dan nilai

Harga adalah apa yang Anda bayarkan. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan.

Saat menghadapi tantangan

Aku tidak berusaha untuk melompati 7 anak tangga sekaligus. Aku akan melangkahi satu anak tangga agar bisa meniti anak tangga selanjutnya.

Tentang menjadi orang kaya

Dari para miliarder yang ku kenal, uang hanya akan membawa keluar sifat dasar dari dalam diri seseorang. Jika orang tersebut adalah orang brengsek sebelum ia kaya, ia tetap akan menjadi orang brengsek yang memiliki uang jutaan dolar.

Tentang resiko

Resiko itu datang karena ketidaktahuan tentang apa yang sedang Anda kerjakan.

Tentang bursa saham

Bursa saham Wall Street hanyalah sebuah tempat orang-orang yang mengendarai Rolls Royce yang menerima nasehat dari orang-orang yang mengendarai kereta bawah tanah.

Tentang cara berinvestasi

Aku tak pernah berusaha mendapatkan uang dari pasar saham. Aku berasumsi mereka bisa saja menutup pasar besok dan tidak akan membukanya sampai lima tahun kedepan.

Belajar dari pengalaman masa lalu

Dalam dunia bisnis, kaca spion selalu lebih jelas daripada kaca depan.

Belajar dari sejarah

Jika sejarah masa lalu itu semua ada untuk permainan, maka orang terkaya adalah pustakawan.

Baca juga : Liburan, Antara Harapan dan Kenyataan

Sunday, March 20, 2016

Brigit, Kucing Yang Terobsesi Jadi Maling Jemuran

Tipsiana.com - Seekor kucing yang terobsesi pada pakaian dalam pria telah berhasil mencuri lebih dari 60 potong kaos kaki dan celana dalam hanya dalam kurun waktu dua bulan.

Brigit, kucing betina berumur 6 tahun, telah menjadi sensasi media sosial ditempat asalnya, New Zealand. Sang pemilik kucing nakal tersebut, Sarah Nathan, mengatakan kucingnya telah mencuri 11 celana dalam pria dan 50 pasang kaos kaki. Bahkan kucing tersebut mengumpulkan semua barang tersebut seolah menjadi koleksinya di rumah Sarah.


Sarah membuat pengumuman permohonan maaf di sekitar lingkungannya atas kelakuan binatang peliharaannya. Sang pemilik kucing ini juga mempersilahkan bagi siapa saja yang merasa kehilangan pakaian dalamnya untuk datang dan mengambil kembali barangnya.

Saat diwawancarai New Zealand Herald, Sarah berkata "Ini sungguh sungguh aneh. Kucingku benar-benar memiliki selera yang khusus." Ini merujuk pada barang-barang yang dicuri kucingnya hanya pakaian dalam dan kaos kaki pria.


"Di rumah terakhir kami sebelumnya, kucing betinaku membawa segala jenis barang; celana pria, pakaian wanita. Kini ia memutuskan hanya mengambil barang para pria. Dan ia secara khusus hanya menyukai segala jenis bawahan pria."

"Kucing ini benar-benar terobsesi. Tak ada malam yang terlewatkan tanpa ia membawa barang curian ke rumah. Aku bangun pagi ini dan empat kaos kaki pria hasil curian sudah ada di rumah." Ada-ada saja.

Baca juga : Liburan, Antara Harapan dan Kenyataan

Sumber : mirror.co.uk

Saturday, March 19, 2016

Liburan, Antara Harapan dan Kenyataan

Tipsiana.com - Saat liburan tiba, dengan penuh harapan kita bersemangat menuju tempat wisata yang telah kita rencanakan akan dikunjungi bersama keluarga tercinta. Kita berharap akan mendapati pemandangan alam yang asri dan indah, atau suasana lokasi wisata yang nyaman, persis seperti gambaran yang terpampang di foto-foto brosur wisata.

Tapi benarkah kualitas berwisata yang kita harapkan sama dengan kenyataan? Jawabannya kebanyakan tidak. Kadang, orang-orang yang berpikiran sama dengan kitalah yang menguapkan harapan tersebut. Para turis yang ingin menikmati keindahan objek wisata sering datang terlalu banyak dan malah merusak pemandangan.


Belum lagi seringkali tempat wisata yang tampak indah di Instagram sering tidak sesuai kenyataan, karena sebelum dikirim, foto tersebut telah dimodifikasi terlebih dahulu agar tampak indah seindah-indahnya.

Beberapa wisatawan membuat perbandingan antara objek wisata yang mereka harapkan dengan kenyataan lewat gambar yang mereka lihat di iklan dengan gambar yang mereka ambil sendiri di lokasi. Hasilnya? Selamat menikmati kenyataan :)

1. Liburan ke Tembok Cina (eh, sekarang disebut Tembok Tiongkok ya?)

Harapan

Kenyataan

2. Berfoto di samping Menara Miring Pisa

Harapan

Kenyataan (ternyata banyak yang berlatih Yoga)

3. Menatap Keindahan Monalisa

Harapan

Kenyataan

4. Piknik di dekat Menara Eiffel

Harapan (romatis banget)

Kenyataan (lagi arisan sekota, ya?)

5. Belajar hobi baru : Ski

Harapan

Kenyataan (no komen)

6. Menelusuri kedamaian aliran Sungai di Venice, Italia

Harapan

Kenyataan (mirip pasar terapung)

7. Berjemur di pantai Rio De  Jeneiro, Brasil

Harapan

Kenyataan

8. Bersantai di pantai Maldives

Harapan

Kenyataan

9. Mengagumi Kemegahan Taj Mahal di India

Harapan

Kenyataan

10. Mendaki Gunung Everest

Harapan

Kenyataan
sumber : boredpanda.com

Mendidik Anak Dengan Cinta

“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan. Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang.

Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya.


Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri

Dalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak.Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’.Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut.Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran, sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik, kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan.

Begitulah kenyataannya, bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Itu sebabnya, akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk.Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya tetaplah anak baik. Jika patut dibenci, maka perilakunya yang harus dikutuk, bukan pelakunya. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai, disayangi, dan dihargai.Jika Anak Salah, Tegur PerilakunyaKetika seorang anak berbuat kesalahan, orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut, tanpa mencela pelakunya.

Anak harus mengerti letak kesalahannya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, bukan marah dan membencinya.Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya, maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa, marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi, bisa pula dengan kata-kata yang keras.

Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini, untuk Fifi yang menumpahkan susunya, akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. “Fifi, sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!”Sedangkan untuk kasus Latif, akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Latif, kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang, bilang sama ayah, jangan mencuri milik orang lain!”Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu.

Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya.Cukup Sekali SajaTeguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja, anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan, dan anak merasa digurui. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien.Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya, karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua.

Anak-anak itu berbuat seenaknya, tak mendengar omelan orang tua.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat, semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya.Sekali lagi, sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali, ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. Selanjutnya, akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang, seakan telah usai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk.

Selanjutnya,


Hargai Pelakunya 

Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik, bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih.Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium, agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka, ternyata orang tua tetap mencintainya. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang, cukup sekali saja.Misalnya, untuk kasus Fifi, setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk, maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata, “Fifi kan anak salihah, anak pintar. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…”Demikian juga untuk kasus Latif. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya, alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata, “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri, nanti jadi temannya setan. Lain kali jangan diulangi lagi ya….”


Kelebihan Metode Ini

Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan.

Pertama, melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Dalam setengah menit yang pertama, anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya, selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua, dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah.

Selanjutnya, dalam setengah menit kedua, anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. Buahnya, mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya.Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri, semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik.

Keuntungan kedua, metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada orang tua.

Dengan bantuan metode ini, sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. Komunikasi pun menjadi lancar, akrab dan harmonis. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habis-habisan perilaku anak yang buruk. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua.Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan, karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang. Yang pasti, walaupun sulit, tetapi demi perkembangan jiwa anak, tentu metode ini layak untuk dibiasakan.

Sumber: Mendidik dengan Cinta. Irawati Istadi

Thursday, March 17, 2016

Kisah Inspiratif Bocah SD Yang Menjaga Sholat Jamaahnya

Tipsiana.com - Bagi seorang Muslim, Sholat lima waktu adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar dalam kondisi apapun. Rukun Islam yang kedua ini adalah tiang yang wajib ditegakkan sepanjang waktu dan hayat kita. Namun meski begitu, tak sedikit yang masih bisa dengan sengaja melalaikan kewajibannya. Ada yang waktu sholatnya diulur-ulur, ada yang bolong-bolong bahkan ada yang selalu absen.

Sepenggal potret dibawah ini semoga bisa jadi pengingat kita untuk menjadi Insan yang bertanggungjawab pada kewajibannya sebagai seorang Muslim. Diambil dari akun Facebook Wafiq Art D'sign, memperlihatkan keindahan sebuah ketaaatan yang dilakukan seorang anak kecil atas kesadarannya sendiri, tanpa disuruh tanpa paksaan. Bagaimana dengan kita?



Bocah yang sangat menjadi inspirasi...

Tadi sehabis Ashar di masjid Cipaganti liat anak SD ini pulang sekolah langsung wudhu, bawa sarung sendiri, langsung gabung jamaah. Karena saya dan dia masbuk, dia langsung ikut saya jadi makmum. Setelah selesai, dia dzikir trus berdoa. Waktu keluar masjid saya perhatiin ternyata dia sendirian, gak sama orang tuanya atau temannya, dia langsung pulang naik angkot gerimis2. Saya sempetin ambil foto karena saya kagum..

Anak SD pulang sekolah inget sholat, dan berjamaah di masjid, terus dzikir dan berdoa. Kenapa kagum? Karena disisi lain banyak juga remaja bahkan orang tua yg tidak ingat sholat, apalagi berjamaah di masjid.
Kenapa saya kagum? Saya yakin anak ini akan sukses insya Allah jika terus istiqamah, hanya Allah yang tau kesuksesan seseorang, tapi Allah juga memberi ciri ciri orang sukses, salah satunya taqwa.

Semoga anak ini terus istiqamah, menjadi pejuang agama, siapapun orang tuanya pasti bangga. Dan orang tua mana yg gak mau punya anak seperti ini?

Maha Suci Allah Dengan Segala Keindahan-Nya.

Sumber: Akun Facebook Wafiq Art D'sign

Wednesday, March 16, 2016

Sedih, Indonesia Hanya Peringkat 79 Negara Paling Bahagia Di Dunia

Tipsiana.com -  Denmark tahun 2016 ini dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Sementara Indonesia ternyata hanya berada di peringkat 79, yang berarti turun 5 peringkat dari tahun 2015. Tahun lalu Indonesia masuk peringkat 74.

Indonesia kalah peringkat dibanding negara tetangga seperti Singapura peringkat 22, Thailand 33, Malaysia 47. Kita hanya bisa mengalahkan Filipina yang hanya menduduki peringkat 82.

Sementara menurut laporan lembaga Think-thank UNSDSN, Suriah, Afganistan dan delapan negara di wilayah sub-Sahara menjadi negara paling menderita di dunia.

Profesor berkebangsaan Amerika Jeffrey Sachs, kepala lembaga ini mengatakan bahwa AS ternyata hanya berada di urutan ke 13 negara paling bahagia. "Untuk masyarakat yang hanya mengejar uang, kami telah mengejar sesuatu yang salah."



Yang mengherankan, negara-negara maju yang kehidupan masyarakatnya relatif mapan ternyata menduduki ranking rendah. Amerika Serikat peringkat 13, Inggris peringkat 23, Perancis peringkat 32 dan Italia malah masuk peringkat 50.

Jeffrey Sachs yang merupakan penasehat khusus Sekjen PBB Ban Ki-moon berkata, "Ada pesan yang kuat untuk negaraku, AMerika Serikat, dimana kami sangat kaya, dan semakin bertambah kaya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, namun malah semakin tidak bahagia."

"Ikatan sosial kami memburuk, kepercayaan publik memburuk dan keyakinan terhadap pemerintah juga memburuk," katanya.


Pemberian peringkat kebahagian dalam laporan tersebut menggunakan faktor-faktor seperti nilai PDB dan angka harapan hidup. Parameter lainnya adalah tingkat korupsi yang terjadi di dalam pemerintahan dan bisnis sebuah negara.

Menurut sang profesor, ketika sebuah negara hanya memikirkan tujuan individu, sperti pembangunan ekonomi yang mengabaikan kepentingan sosial dan lingkungan, hasilnya bisa sangat merugikan kesejahteraan rakyatnya, bahkan pada tingkat tertentu malah membahayakan kehidupan masyarakat.

Banyak negara dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang mengorbankan ketidaksetaraan hidup, pengucilan sosial dan perusakan lingkungan yang masif.

Bagaimana dengan Indonesia? Bila negara maju kaya namun tidak bahagia, Indonesia mungkin agak lebih miris, miskin dan tidak bahagia. Pelemahan nilai rupiah dan pelambatan laju ekonomi Indonesia belakangan ini mulai melemahkan daya beli masyarakat. Belum banyaknya janji pemerintah yang dipenuhi serta gaduh sosial politik dalam negeri mungkin juga berpengaruh pada rendahnya tingkat kebahagiaan orang Indonesia.

Sumber :
http://unsdsn.org/news/2015/04/23/world-happiness-report-2015-ranks-happiest-countries/
http://unsdsn.org/news/2016/03/16/world-happiness-report-2016-update-ranks-happiest-countries/
http://www.mirror.co.uk/news/world-news/worlds-happiest-country-been-revealed-7569124